Ide kali ini muncul saat saya membuka tumpukan koleksi artikel internet yang saya print tiga tahun lalu. Saya teringat pada satu kata yang pernah dibahas Pak Amri di sebuah artikel CyberMQ. Yaitu kata Bodohologi.
Bodohologi adalah ilmu yang mempelajari tentang memperbesar kebodohan untuk mencapai kesuksesan hidup. Maksudnya kurang-lebih, bagaimana kebodohan-kebodohan yang kita miliki... tidak boleh menghambat keberanian-keberanian kita dalam menghadapi aneka permasalahan kehidupan.
Secara garis besar, manusia dibagi menjadi empat kelompok;
1.Orang yang tahu dan dia tahu bahwa dia tahu, maka follow him.
3.Orang yang tidak tahu dan dia tahu bahwa dia tidak tahu, maka teach him;
4. Orang yang tidak tahu dan dia tidak tahu bahwa dia tidak tahu ( tuh khan... jadi bingung sendiri ), maka ignore him
Kemudian ada yang bertanya, kalau “bodohologi” termasuk pada kelompok mana? Secara pribadi saya akan menjawab bahwa “bodohologi” termasuk pada kolompok yang pertama yaitu orang yang tahu dan dia tahu bahwa dia tahu, maka follow him.
Lalu, mengapa bodohologi termasuk pada kelompok yang pertama? Ya … sebab orang yang punya ilmu “bodohologi” bukan hanya sadar bahwa dirinya bodoh, kemudian mau bertanya...
Namun, orang ini termasuk sangat pandai, sebab dia tahu tentang kobodohannya dan tidak mau terjebak dan terhambat terhadap kebodohannya. Sehingga tidak mau mengecilkan potensi dirinya untuk menjadi sukses, walaupun dengan modal sebuah kebodohan.
Maka, orang yang punya ilmu bodohologi, seperti orang terjun payung, dirinya sadar bahwa tidak bisa hidup sendiri, maka ketika terjun, mau bersahabat dengan kawan yang namanya “payung parasut”. Ketika dirinya bersahabat dengan payung parasut, walaupun baru pertama kali terjung payung, insyaAllah masih selamat.
Namun, kalau seseorang yang merasa sudah terjung payung sampai lima ribu kali, karena merasa berpengalaman, dirinya tidak mau lagi bersahabat dengan kawan yang selama ini setia menemaninya, yaitu payung parasut. Apa yang terjadi, akan hancur dan kemungkinan besar akan meninggal dunia, walaupun sudah sangat berpengalaman terjun payung.
Bukankah banyak contoh dilapangan, orang-orang yang tidak pernah belajar ilmu “bodohologi”, bisa jadi gelarnya berjejer sampai untuk membacanya saja memerlukan tahan nafas sangat lama, namun yang terjadi adalah potensi dirinya terkunci oleh gelarnya sendiri. Yaitu, maaf, banyak gelar tanpa karya nyata.
Jadi, ilmu bodohologi layak dipegang oleh setiap newbie di bidang internet marketer. Jangan pernah malu belajar kepada yang telah berpengalaman. Tanpa bermaksud apapun, saya menghargai ketulusan Pak Joko memberikan warna dalam bisnis internet di Indonesia. E-book Formula Bisnis telah membimbing ribuan newbie menuju kesuksesan bisnis internet. Alamatnya dapat di klik disini:
http://www.FormulaBisnis.com/?id=AgusSiswoyo
Ambil ACTION sekarang juga. Beranilah menghadapi tantangan untuk belajar ilmu bodohologi, karena itu ruh kecerdasan !!! Atau seumur-umur merasa pandai, tapi tanpa karya nyata yang berarti.